BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 06 Maret 2013

Tribun Jabar, Koran Lokal Paling Diminati Masyarakat


Rabu, 27 Februari 2013 23:13

Foto: Lia/Magang
[Suakaonline]-Tribun Jabar merupakan surat kabar harian yang terbit di Jawa Barat, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Kompas Gramedia. Kantor pusatnya terletak di kota Bandung. Koran ini pertama kali terbit tahun 2005.


Selama perkembangan dan peredarannya, koran Tribun Jabar ini ternyata memiliki prospek yang menjanjikan di kalangan masyarakat sekitar. Hal tersebut disebabkan Tribun Jabar merupakan satu-satunya koran jabar yang dijual murah namun memiliki mutu serta rubrik yang tidak kalah menarik, serta menyajikan info penting lingkungan sekitar.


Sebagaimana yang dijabarkan oleh Rini, salah satu penjual Koran di Ujung Berung Bandung, mengatakan bahwa Tribun jabar juga merupakan surat kabar yang berkonsentrasi pada bagian advertising atau iklan. Tanpa mengesampingkan dari berita atau yang lain.

“Iklan menjadi daya tarik untuk masyarakat yang akan mempromosikan apapun melalui Tribun Jabar. Banyak perusahaan dan instansi-instansi yang telah bekerja sama dengan Tribun Jabar untuk memasarkan produknya, diantaranya Rokok, Mobil, dll,” Ungkapnya antusias, Senin (25/13) yang lalu.

“Sebenarnya bukan karena harganya yang murah saja. Namun, rubrik serta kemasan dan isi beritanya juga tak kalah menarik dengan koran Jabar lainnya,” Ucap salah satu pembeli langganan Rini yang tidak ingin disebutkan namanya.


Namun, koran Pikiran Rakyat dan Kompas memiliki prospek pasar yang bagus di hari sabtu. Pada hari sabtu, pembeli koran ini lebih banyak daripada hari biasanya.


“Alhamdulillah penghasilan lumayan bertambah ketika hari Sabtu karena Koran Kompas dan Pikiran Rakyat terjual lebih banyak dibanding hari sebelumya,” Ucap Rini.


  • Redaktur: Iis Nurhayati
  • Reporter: Lia/Magang

Kebun Binatang Bandung Kini Tak Semenarik Dahulu


Minggu, 13 Januar 2013 20:06


Foto: Dok.Pribadi
 
[Suakaonline]-Kebun Binatang Bandung merupakan sebuah wisata satwa hewan yang berada di bandung. Selain satwa, di Kebun Binatang Bandung tersedia arena permainan anak-anak, kolam perahu angsa dan Flying Fox.  Selain itu ada ruangan seperti museum Satwa yang diawetkan serta Gajah dan Unta tunggang untuk pengunjung.

“Sayangnya, semua fasilitas infrastruktur area permainan tersebut sudah tidak terawat dengan baik lagi. Pencemaran lingkungan terjadi di sekitar area tersebut,” ucap Fahmi, Salah satu pengunjung Kebun Binatang Bandung yang juga menyayangkan kondisi wisata di sekitar area permainan, Selasa (08/13).

Meski Kebun Binatang Bandung pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional dipadati pengunjung dari berbagai tempat disekitar Kota Bandung khususnya, namun lama-kelamaan terjadi penyusutan akan daya tarik pengunjung terhadap Kebun Binatang Bandung tersebut.

Hal ini dikarenakan harga tiket masuk mengalami kenaikan cukup cepat. Harga tiket masuk diatas umur 3 tahun adalah Rp. 12.000 hari biasa dan Rp. 15.500,- untuk akhir pekan dan hari libur. Sedangkan harga tiket masuk wahana anak-anak sekitar Rp.10.000,- .

Sebagaimana yang dikatakan Mirda, salah satu engunjung Kebun Binatang Bandung asal Dago, bahwa hal demikian berdampak kepada daya tarik pengunjung wisata satwa tersebut. Sehingga terlihat lama-kelamaan Kebun Binatang Bandung tidak ramai didatangi pengunjung.

“Selain dari rusaknya infrastruktur yang ada disekitar wisata juga tidak terawatnya dan terdapat pencemaran lingkungan seperti banyaknya sampah disekitar kolam,” ujarnya ketika diwawancara di waktu yang sama.

Berbagai jenis burung, termasuk Merak bisa dilihat di Kebun Binatang Bandung. Selain itu terdapat satwa beruang, komodo, gajah, harimau, tapir, kijang, unta,  zebra, buaya muara, dan primata, diantaranya adalah Siamang, primata jenis langka yaitu Presbytis Comata atau species primata endemi Jawa Barat yang diberitakan terancam punah.

Lebih ke dalam terdapat koleksi satwa ular dan reptil. Satwa dari luar negeri yang dipelihara disini seperti beruang coklat, jaguar, harimau Benggala, unta, Zebra dan Kera Jepang. Dibandingkan dengan Kebun Binatang Ragunan Jakarta, koleksi satwa di kebun binatang Bandung hanya sekitar 1800 ekor saja dari 220 jenis satwa.

Hanya saja semua satwa yang berada dan hidup di Kebun Binatang Bandung saat ini tidak mendapat perawatan, pemeliharaan, perlindungan secara intensif. Sehingga terdapat banyak hewan satwa di sekitar wisata yang kurang lincah dan menggoda untuk dilihat.

“Kebanyakan hewan satwa disini tidak beringas dan tidak menarik untuk dilihat. Kebanyakan hewan tersebut hanya berdiam diri dan tidak aktif berinteraksi dengan pengunjung,” ucap Tomi.

Di sekitar Kebun Binatang Bandung juga terdapat tujuan wisata belanja lain yaitu Kebun Seni atau Pasar Seni Tamansari, dan pusat perbelanjaan Cihampelas. Tidak sulit mencapai kebun binatang Bandung, karena berada dekat pusat kota dan pusat belanja serta dilalui banyak kendaraan umum karena berdekatan dengan kampus ITB.
  • Redaktur: Riska Amelia
  • Reporter: Lia/Magang




Aseupan, Pengukus Nasi Tradisional Masyarakat Pedesaan


Sabtu, 12 Januar 2013 10:40


Foto: Dok.Pribadi
[Suakaonline]-Aseupan merupakan pengukus nasi tradisional yang digunakan orang-orang terdahulu, namun fungsinya masih bertahan hingga sekarang. Bagi orang sunda, alat kerajinan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, melihat fungsinya yang sangat bagus dalam menghasilkan nasi yang diidamkan semua orang.

Aseupan nasi ini biasanya digunakan oleh masyarakat pedesaan. Walaupun sekarang sudah banyak alat elektronik penanak nasi moderen seperti magicom, tetapi kukusan ini tidak lantas ditinggalkan masyarakat. Di samping harganya yg ekonomis, cita rasa masakan yang dihasilkan juga memberikan kelebihan tersendiri bagi mayarakat.

Aseupan terbuat dari kulit bambu yang tidak hanya digunakan untuk menanak nasi dengan pasangan sandang. Tetapi bentuknya yang kerucut ini dapat pula digunakan untuk  membuat tumpeng.

Sebagaimana yang dikatakan Enek seorang warga Pasir Kandang Cianjur yang sehari-harinya menggunakan aseupan, bahwa memasak nasi menggunakan aseupan akan menghasilkan nasi yang lebih pulen dan tidak cepat lengket.

“Nasi pun senantiasa selalu hangat dan lebih enak bila dibandingkan memasak dengan magicom,” ungkapnya, Kamis (10/13).

Aseupan  memiliki fungsi yang sangat menarik untuk dikaji karena rangkaian aseupan yang berbentuk anyaman bambu  dalam bilik yang biasa digunakan di dinding rumah. Apalagi bahan dasar membuat aseupan tersebut ada yang menggunakan anyaman yang tidak sembarangan. Biasanya aseupan dibuat menggunakan anyaman dasar sasag.

Hal ini dikarenakan selain karakteristiknya mudah dibuat dan kuat, lubang antara bilah bambu pun dapat diatur dengan mudah sehingga ventilasi dapat diatur dan udara dapat masuk dengan baik.

Selain itu, juga ada yang menggunakan motif mata itik untuk menambah kesan artistik bilik rumah.  Atau menggunakan motif  yang lebih rapat sehingga dapat membuat nasi dalam keadaan panas lebih lama.

  • Redaktur: Riska Amelia
  • Reporter: Lia/Magang


Budidaya Ulat Hongkong, Usaha Sampingan yang Menggiurkan


Jumat, 11 Januar 2013 11:58


 [Suakaonline]-Mendengar nama ulat sebagian orang tentu akan merasa takut, jijik dan timbul asosiasi negatif lainnya. Tetapi kenyataannya membudidayakan ulat hongkong ternyata bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan besar.

Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal Worm dapat ditemukan pada toko-toko pakan burung, reptil dan ikan, karena ulat hongkong biasa dipergunakan sebagai suplemen pakan hewan-hewan tersebut.

“Bisnis budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga dan modal yang besar karena yang diperlukan hanyalah ketelatenan dan bisa dilakukan di rumah,” ucap Anggi, Pedagang Ulat Hongkong di Cilaku Cianjur meyakinkan,  Rabu (09/13).

Selain itu, budidaya ulat hongkong bisa dilakukan sebagai usaha sampingan yang menggiurkan. Usaha budidaya ulat Hongkong ini telah ditekuni oleh beberapa warga di daerah kota Besar di Pulau Jawa.  Salah satunya di daerah Cianjur seperti Ciberegbeg, Pasir Kandang dan Cilaku. Dengan memanfaatkan sebagian ruangan dalam rumah, mereka menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong.

Anggi juga menjelaskan bahwa dalam membudidayakan ulat hongkong ada beberapa tips yaitu siapkan kandang pemeliharaan berupa papan triplek, atau bisa dengan nampan plastic yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai triplek atau papan sudut-sudut diberi lakban agar ulat tidak kabur.

“Selain itu, siapkan media pemeliharaan berupa campuran dedak halus dan ampas tahu kering yang bisa dibeli di toko pakan ternak,” ujarnya.

Telur ulat hongkong yang dibeli dari peternak kemudian dibudidayakan hingga menjadi serangga dan kemudian bertelur. Makanan ulat hongkong bisa diberikan limbah sayuran, timun, pepaya, jipang dan bahan makanan lainnya yang mengandung banyak air.

Kunci budidaya ulat hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan. Jika tidak teliti terkadang ada hama sejenis ulat hongkong yang berukuran lebih kecil menumpang hidup pada media.

Namun, ulat kecil ini bersifat kanibal dan memakan ulat-ulat yang lain sehingga produksi menurun. Biasanya ulat jenis ini datang dari media dedak halus dan dari lingkungan sekitar.

Hasil usaha sampingan budidaya ulat hongkong ini cukup lumayan.  Apalagi sekarang membudidayakan hewan peliharaan seperti burung telah menjadi trend. Berhubung hewan tersebut dapat diadu atau diperlombakan dan dapat menghasilkan uang yang banyak apabila memenangkan pertandingan.

Ditambah lagi saat ini hampir tiap hari penjual memanen dan memasok ulat hongkong ke pedagang burung di pasar-pasar Burung. Sehingga menambah nilai jual dan beli ulat hongkong tersebut.

Ujang pecinta hewan peliharaan yaitu burung dari Ciberegbeg Cianjur mengatakan bahwa harga ulat hongkong cukup lumayan antara 25 ribu sampai 30 ribu per kilogram.

“Hanya saja harga tersebut tidak menjadi patokan karena itu hanya harga umumnya saja. Karena beda tempat beli beda pula harga jualnya,” ungkapnya saat diwawancara di waktu yang sama.

  • Redaktur: Riska Amelia
  • Reporter: Lia/Magang