PENGUMUMAN.......
Hm, hm, hm... Sekedar pemberitahuan saja. Semua tulisan yang lia posting ini telah diterbitkan di Halaman Koran Riau Pos. Tepatnya di halaman GSJee Riau Pos. Kalian bisa akses dan mengetahui apa itu GSJee melalui website, greenstudentjournalists.blogspot.com
Selasa, 08 Mei 2012
Diposting oleh jasmine di 09.23 0 komentar
Beton, Bahan Bangunan Ramah Lingkungan?
Tulisan ini terbit di koran Riau Pos, 6 Mei 2012. Anda bisa melihat dan akses sendiri melalui website greenstudentjournalists.blogspot.com, semua tulisan saya yang telah terbit ada di dalamnya.
Makin berkembangnya teknologi maka makin banyak pula perubahan yang dirasakan oleh manusia. Salah satunya yaitu, teknologi bangunan yang menyebabkan makin berkembangnya pula teknologi-teknologi bahan bangunan. Manusia berlomba-lomba untuk menciptakan bahan-bahan bangunan yang efisien dan inovatif. Tujuannya adalah sebagai bahan yang ramah lingkungan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan. Salah satu bahan bangunan yang ramah lingkungan yaitu, Beton. Siapa sangka kalau beton ternyata memiliki struktur yang ramah lingkungan.
Tria Marta Gusnisa, salah satu siswi SMAN Pintar Kuansing mengatakan,”Memilih bahan bangunan yang tepat akan sangat bermanfaat bagi kondisi bangunan itu selanjutnya. Untuk itu, pilihlah bahan bangunan yang aman serta berdampak baik bagi lingkungan seperti, Beton,” Ucapnya yakin.
“Apalagi beton adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,” Tambahnya.
Hal tersebut ditunjang oleh negara-negara di dunia yang bertambah gencar menggalakan “Gerakan Hijau” untuk meremajakan kembali Bumi kita yang sudah “letih”. Tentunya karena ulah pencemaran dan pengotoran oleh manusia itu sendiri.
Dalam aplikasinya, sebagian besar dengan mengganti alternatif lain dari semua kebutuhan hidup sehari-hari dengan menggunakan bahan, alat dan sebagainya yang tentunya ramah lingkungan.
Beton merupakan bahan bangunan yang sangat populer digunakan dalam dunia jasa konstruksi. Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Banyak penelitian tentang beton yang sudah dilakukan dan akan terus berlanjut sebagai upaya untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman dan kondisi lingkungan.
Diketahui bahwa kekuatan beton banyak dipengaruhi oleh bahan pembentuknya (air, semen dan agregat) sehingga kontrol kualitas dari bahan-bahan tersebut harus diperhatikan dengan seksama agar diperoleh beton sesuai dengan yang diinginkan. Semua hal disebabkan karena semakin bagus kualitas dari suatu Beton bahan bangunan tersebut, maka semakin memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar yaitu, Ramah Lingkungan. Selain itu, Beton juga memiliki daya jual yang tinggi dan sangat ekonomis.
Setidaknya dapat dijadikan alternatif baru dalam memulai suatu usaha bangunan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, pondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair.
Selain itu, struktur Beton dikenal kuat tetapi ringan, tidak mudah terbakar, tidak mudah runtuh dan tidak lembab, bekerja sebagai alat penstabil suhu, dan menjaga kenyamanan suhu dalam ruangan.
“Bukan hanya itu saja tetapi juga tidak mengandung bahan pencemar atau zat-zat berbahaya yang tidak sehat dan menjaga iklim mikro yang menyenangkan dalam ruangan (material yang bernapas),” Ucap Dwi Marita Febriawati, FKIP Fisika Universitas Riau.
Ditambah lagi, memiliki ukuran-ukuran dan bentuk yang tepat maka mudah untuk diletakan, permukaan dinding yang telah jadi mudah diproses karena sama dan keras serta mudah di bor. Maka masalah arsitektural dapat dipecahkan.
Diposting oleh jasmine di 08.55 0 komentar
Jumat, 27 April 2012
Proyek Eden, Inovasi Baru untuk Lingkungan
Perkembangan dan pertumbuhan IPTEK di kancah dunia membawa pengaruh sebagian besar di berbagai segi kehidupan masyarakat. Lingkungan sebagai tempat makhluk hidup tinggal adalah sasaran utama yang akan merasakan pengaruh dari dampak perkembangan dan pertumbuhan tersebut, baik positif atau negatif. “Sadar atau tidak akan hal tersebut, kenyataannya manusia sebagai konsumen dan produsen terbesar Sumber Daya yang ada sebagai karunia Yang Maha Kuasa telah menggunakan IPTEK dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.” Ucap Wanti Afriana, Siswi SMAN Pintar Kab. Kuansing saat ditanya beberapa waktu lalu. “Tentunya dengan memanfaatkannya untuk menciptakan berbagai peralatan yang lebih praktis dan bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri.” Tambahnya lagi. Proyek Eden merupakan salah satu ciptaan manusia dalam memberikan dampak yang bermanfaat di segi kehidupan manusia khususnya lingkungan. Proyek ini dapat dilihat di Cornwall, Inggris. Sebuah proyek lakmana berada di taman Eden/Firdaus. Untuk itulah proyek ini diberi nama “Proyek Eden.” Proyek Eden ini berupa kumpulan kubah seperti gelembung bioma raksasa yang menjadi Greenhouse (rumah kaca) terbesar di dunia. Proyek ini dikembangkan Tim Smit dan dirancang oleh arsitek terkenal Nicholas Grimshaw. Meski terkesan megah, tapi proyek tersebut menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Terinspirasi dari bentuk bulan, kubah ini dibangun dari bingkai pipa baja dilapisi dengan panel heksagonal. Kubah tersebut dilapisi jenis plastik hasil daur ulang yang lebih murah, ringan, tahan lama dan aman daripada kaca. Rumah-rumah yang diperuntukkan bagi tanaman dari seluruh belahan Bumi yang memiliki berbagai bentuk, warna dan ukuran. Fenomena alam akan lingkungan tersebut sangat aman digunakan dan ramah lingkungan. Karena keramahan terhadap lingkungan inilah, proyek tersebut telah memberikan inovasi baru di dunia IPTEK yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Lebih ramah daripada Greenhouse yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Sebagai penyebab dari Global Warming. “Ini merupakan sebuah penemuan yang fantastik. Lebih fantastik lagi kalau Indonesia juga membuat Proyek Eden tersebut sebagai bentuk kepedulian akan pemanasan global yang semakin merajalela,” Ucap Ronaldo Rozalino.SSn, Guru Seni SMAN Pintar Kab. Kuansing. Proyek Eden tersebut disertai Panel yang terbuat dari termoplastik yang disebut ETFE, yaitu jenis plastik yang merupakan produk minyak bumi. “Jenis plastik ini merupakan hasil daur ulang, lebih murah, ringan, tahan lama dan aman daripada kaca. “ Ujar Guru Kimia SMAN Pintar, Liza Despianti. Proyek Eden memiliki tiga bioma utama yaitu Tropical Biome (Bioma Tropis), Mediterranean Biome (Bioma Mediterania) dan Outdoor Biome (Bioma Terbuka). Proyek Eden menggunakan alam sebagai sumber energinya yaitu Green Tariff Electricity yang diberikan salah satu dari turbin angin yang memang banyak di Cornwall. Selain itu, proyek ini juga menggunakan sistem resapan air hujan. Bioma Tropis diisi dengan tanaman daerah tropis seperti pisang, kopi, karet dan bambu. Karena lebih membutuhkan banyak air, bioma ini menggunakan air hujan yang telah disterilkan sehingga tetap lembab. Sementara Bioma Mediterania adalah rumah bagi tanaman Eropa seperti zaitun dan anggur. Sedangkan Bioma Terbuka terdapat tanaman yang tumbuh di luar iklim Inggris seperti teh, lavender dan bunga matahari. Proyek ini akan menjadi program untuk mendidik pengunjung tentang pentingnya melestarikan spesies tanaman dan alam. Karena, kesadaran masyarakat akan lingkungan berpengaruh bagi kelangsungan suatu jenis makhluk hidup.
Diposting oleh jasmine di 06.13 0 komentar
Insektisida Alami dari Pohon Sirsak
Sirsak, Nangka Belanda, atau Durian Belanda (Annona muricata L) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya.
Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda “Zuurzak” yang berarti kantung yang asam.
Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut.
Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak.
“Bukan hanya buahnya yang dapat dimanfaatkan demi kepentingan manusia bagian lain dari pohon sirsak ini seperti, daun, batang dan akar bisa untuk membuat insektisida alami yang ramah lingkungan.” Ucap salah satu siswi SMAN Pintar, Dian Maya Sari begitu antusias sambil memegang beberapa helai daun sirsak yang dibawa dari rumahnya.
“Begitu juga dengan bijinya yang beracun ternyata dapat digunakan sebagai insektisida alami, sebagaimana biji srikaya.” Ucap Maysarah menambahkan.
Ramuan insekstisida ini ampuh digunakan untuk mengusir serangga, hama pengganggu pada tanaman tanpa meninggalkan efek samping. Selain aman digunakan dan ramah lingkungan tentunya, ternyata dalam pembuatannya juga sangat mudah. Hanya menggunakan cara dan alat sederhana, insektisida alami tersebut dapat dikonsumsi langsung dan digunakan.
Sediakan bahan bahan daun, batang, dan akar sirsak (boleh salah satu diantaranya, campuran ketiganya juga oke). Keringkan bahan tersebut. Setelah kering tumbuklah, hancurkan, atau diblender, kemudian saring.
pemakaiannya juga cukup mudah, ambil dari serbuk tumbukan insetisida buatan tersebut sebanyak 50 gram untuk dicampurkan dengan 1 liter air. Gunakan untuk menyemprot semua jenis tanaman yang ada.
Guru Kimia SMAN Pintar, Liza Despianti juga mengajarkan bagaimana membuat pestisida alami dari pohon tersebut. Metode yang mudah dan cepat serta khasiat yang mengagumkan dalam membunuh serangga dan hama pengganggu cukup memuaskan.
pestisida buatan tersebut dibuat dengan cara diblender yang kemudian dikeringkan lalu diberi deterjen. Larutan tersebut disemprotkan pada semua tanaman yang ada.
Alhamdulillah beberapa siswi SMAN Pintar yang membuat pestisida tersebut merasa puas atas hasil yang telah didapat, termasuk saya sendiri.
Selain itu, daun sirsak dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bunga. Daun tersebut direndam di air limbah hingga berubah menjadi transparan.
Al hasil diberi warna sesuai keinginan dan dirangkai menjadi bunga sekreatif mungkin.
Ini menunjukkan betapa menakjubkan kandungan yang dimiliki pohon sirsak tersebut. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dan berdampak positif bagi lingkungan.
Diposting oleh jasmine di 06.11 0 komentar
Kamis, 22 Maret 2012
Mengarungi Alam, menjelajahi sejarah kehidupan H2C (Happy Hiking in Chevron)Mengarungi Alam, menjelajahi sejarah kehidupan H2C (Happy Hiking in Chevron)
Hidup adalah mengenal. Dengan mengenal kita akan belajar untuk mengerti dan mempelajari arti dibalik keterbatasan yang terdapat di dalamnya. Lingkungan sekitar tempat suatu makhluk hidup adalah suatu tempat yang harus kita kenali sebelum menapakkan diri ke kancah dunia. Terutama alam sekitar kehidupan yang sebenarnya adalah paru-paru kehidupan makhluk hidup. Kehijauan dan kesegaran yang dihasilkannya mampu memberikan harmoni kehidupan di berbagai segi kehidupan makhluk. Kegiatan H2C (Happy Hiking in Chevron) bekerja sama dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang merupakan kegiatan hiking sesuai namanya ini telah menghembuskan nafas dan kesegaran baru dalam kehidupan dunia. Sebuah Kegiatan menelusuri, menjelajah, mengenal serta mengaplikasikan kehidupan alam sekitar dengan mengenal kawasan hutan CPI Duri Kabupaten Bengkalis. Minggu, (19/02) sekitar pukul 07.00 WIB, BUS Chevron telah menanti rombongan GREENStudent Journalists (GSJee) luar kota Pekanbaru di Rumbai Camp. Terdiri dari 20 peserta berasal dari Pelalawan, Siak dan Kuansing. Selebihnya adalah peserta dari kota Pekanbaru yang berangkat dari Riau Pos. Semua berjumlah 50 peserta yang sebelumnya telah diseleksi melalui quisioner. Sepanjang perjalanan, rasa penasaran akan sebuah pengalaman dan petualangan baru di depanku terus mengusik. Senyum mengembang ketika BUS berhenti di suatu tempat bernama Kandis. “Kandis ini merupakan suatu tempat wajib berhentinya BUS Chevron,” Ujar Okta Heri Fandy, Staf Tim Communications CPI. “Hal ini dilakukan dengan memberikan waktu 15 menit untuk beristirahat dan melakukan tukar travel. Semua dimaksudkan demi keselamatan bersama,” tambahnya. Sekitar 11.00 WIB rombongan GREENStudent Journalist (GSJee) tiba di Multi Perpers Room, Duri Kabupaten Bengkalis. Aku tertegun mendengar persentasi tiga orang presentator yang mempersentasikan sekitar Chevron dan segala aspek yang ada di dalamnya yaitu, Beldi Yommi, Tiva Permata dan Syaifuddin Abdullah. “Chevron Corp merupakan perusahaan energi terbesar kedua di Amerika dan ketiga di dunia. Chevron Corp ini terdiri atas 180 negara dengan 53.000 karyawan, Indo-Asia (Filiphina) 7300 karyawan dengan pusat Jakarta serta CPI 5100 karyawan sebagai penghasil geothermal,” ucap Syariffuddin Abdullah, salah satu presentator Multi Perpers Room. “Wilayah operasi PT Chevron Pacific Indonesia yang tersebar di tujuh kota besar Provinsi Riau yaitu, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Dumai merupakan bukti nyata dari perindustrian minyak yang merupakan sumber penghasilan Negara Indonesia,” tambahnya. Produksi Chevron pun membentuk grafik yang sngat signifikan. Tahun 2008 chevron mendapat kontribusi 7,8 % dengan harga $ 72.98 per barrel, sedangkan 6,7 % pada produksi tahun 2009 dengan harga minyak yang menurun $ 64.01 per barrel. Produksi terbesar di indonesia terdapat di Dumai dengan 8 menara bor dan 7 menara perawatan sumur yang mampu menampung 6 juta barrel di tangki penyimpanan. Terdapat 4.200 km jalan, 2.200 km jaringan transmisi dan distribusi listrik di sana dengan kapasitas 588 MW. Sekitar 500 sumur bor dihasilkan per tahun produksi. Afiliasi Chevron di Indonesia sebagai operator dari hubungan kerjasama dengan bpMigas pun sangat efisien dengan kepemilikan aset yang dimiliki bpMigas tersebut. Dengan begitu segala aspek resiko kerugian 100 % adalah tanggungjawab Chevron. Program pengembangan masyarakat dalam mempercepat kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan sasaran utama yaitu, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan bidang khusus lainnya merupakan program utama kerjasama tersebut selain dari pelestarian lingkungan dan alam sekitar. Cakrawala dunia membuka instingku untuk membuka lebar akan terbukanya sejarah dan fakta baru yang ada di sekitar kehidupan makhluk. Beldi Yommi, presenter Staf Tim Communications CPI mengatakan”Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melindungi manusia dan lingkungan sekitar. Aturan penebangan pohon yang diperhatikan secara detail, melakukan penghijauan (Reboisasi), konservasi terhadap flora dan fauna serta mengarungi dibalik lintasan gajah merupakan beberapa caranya.” Ucapnya yakin. Terlihat dari berkurangnya hutan yang ada di sekitar Chevron. Penghijauan dilakukan dengan melakukan penanaman pohon seperti, pohon Terambesi, Ketapang, Mahoni dll. Akhir tahun 2011 lalu pihak Chevron memilih pohon Terambesi sebagai pohon yang ditanam di sekitar lahan Chevron dengan ketentuan tidak di dekat bangunan infrasstruktur yang ada. Sedangkan pohon yang dapat menghisap dan menghasilkan CO2 dan O2 adalah pohon Mahoni dan Ketapang. Sudah seyogyanya sebagai penikmat dan penghasil Sumber Daya Yang Maha Esa dijaga dan dimanfaatkan demi kepentingan bersama bukan individual. Sadar akan pentingnya hal tersebut, membuka pikiran bahwa sesungguhnya makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya dapat hidup harmonis tanpa saling menyakiti antara satu dengan yang lain. Dapat hidup damai tanpa kekerasan dan rasa takut kehilangan antara sesamanya. Sekitar 13.30 WIB, Jungle Trip Hutan Talang di jelajahi oleh anak GREENStudent Journalists (GSJee). Hiruk pikuk akan senang dan haru bisa menyaksikan dan melihat langsung keadaan hutan sekitar memenuhi penjuru sudut hutan seluas 7,8 ha tersebut. Semua mata tertuju akan keadaan sekitar hutan yang terlihat asri dan terjaga tersebut. Sehingga dengan mudah para rombongan GSJee dapat melalui hutan dan menjelajahinya. Begitupun tempat Canal Gajah tak ketinggalan tuk dikunjungi. Binatang buas banyak terdapat di sekitar hutan Talang Chevron. Babi adalah jenis binatang yang paling banyak terdapat di hutan tersebut. Gajah juga rutin mengunjungi Chevron Camp. Sekitar 3-4 bulan gajah-gajah itu menampakkan diri di sekitar hutan. Lintasan gajah dapat dilihat di Talam, Krakatau. Kunjungan yang sering didatangi gajah seperti, Leuser, Dempo dan Sibayak. Di saat kemunculannya, Satpan Chevron mengawasi setiap pergerakan gajah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Akhirnya setelah puas menelusuri dan menjelajahi Kawasan Konservasi Hutan Duri dan tempat Canal Gajah yang menghabiskan waktu 2 jam, perjalanan diakhiri dengan menelusuri Duri Steam Flood (DSF) terlebih dahulu. DSF yang merupakan temat kunjungan hanya bagi orang tertentu saja yang telah memenuhi syarat tertentu pula terdiri 18 km panjang dan 8 km lebar yang merupakan tempat penghasil minyak terbesar di dunia. Perjalanan Ke DSF sebagai penutup kegiatan H2C (Happy Hiking in Chevron) ini telah membekali akan sejarah terdapat banyaknya pipa-pipa di sepanjang jalan. Pipa tersebut telah ada sebelum perindustrian minyak dilakukan. Begitupun banyak terdapat sumur-sumur penghasil minyak dengan menginjeksikan minyak ke kulit bumi sampai mencair dan didorong keluar. Meskipun tidak semua sumur dapat menghasilkan minyak tetapi teknologi yang ada telah memberikan perannya dalam memancing minyak itu keluar. Dengan demikian, H2C (Happy Hiking in Chevron) ini merupakan perjalanan yang sangat kompetitif dalam memperluas cakarawala tentang alam maupun perannya terhadap Negara. Selain lebih bisa mengenal alam dan lingkungan sekitar secara reel , Membekali bahwa ternyata Chevron adalah perusahaan yang juga ikut ambil adil dalam pelestarian lingkungan selain dari perannya mensejahterakan masyarakat Indonesia. Dengan begitu akan lebih mencintai kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan.
Diposting oleh jasmine di 21.05 0 komentar
Sabtu, 10 Maret 2012
Pemberitahuan...!!!!!!!!!!
Hm hm hm Srry ea fans-Qu Untuk tulisan hasil perjalanan H2C in Chevron yang punya lia terpaksa nunggu karena kalau kalian baca sekarang pasti akan memuji lia lagi he he he Tunggu episode selanjutnya ok....
Diposting oleh jasmine di 21.33 0 komentar
Kegiatan Alam H2C (Happy Hiking in Chevron)
Tulisan Ttia Marta Gusnisa Happy hiking in Chevron (H2C) yang diramaikan oleh rombongan GSJ pada minggu, 19 februari 2012 di adakan di Camp chevron dumai. Rombongan memulai perjalanan menelusuri hutan talang setelah sebelumnya di kenalkan dengan wilayah chevron di dumai. Kegiatan H2C yang diadakan setiap tahun ini merupakan bentuk kepedulian chevron pada lingkungan. Pada saat ini hutan telah banyak habis, berarti hilangnya habitat bagi flora dan fauna. Hutan konservasi chevron yang luasnya 7,8 Ha mampu menampung banyak tanaman dan hewan yang beragam. Kehijauannya mengundang hewan untuk berkunjung ke sana. Beberapa bualn belakangan hewan seperti harimau dan gajah masuk ke camp chevron hanya untuk mencari makan. Pihak chevron tidak mengusir gajah yang masuk ke kompleks, bahkan chevron membuat kanal gajah di sekeliling kawasan hutan konservasi sebagai jalan untuk gajah dan agar keselamatan manusia maupun gajah terjaga. Pihak chevron selalu menjaga agar tak ada genangan air di dalamnya yang dapat membahayakan anak gajah. Namun, sesuai dengan julukannya sebagai salah satu hewan yang pintar, terkadang gajah dapat melewati kanal gajah tersebut. “Di hutan konservasi chevron tersebut masih terdapat binatang dan tumbuhan yang dilindungi seperti kantung semar, tapir, ular-ular besar, burung berbulu biru, harimau, macan tutul, dan hewan langkah lainnya.” Ucap Beldi Yommi, Tim Staf Communications CPI. Kemudian dari pelaku pemotongan pohon secara ilegal. Di hutan itu pun dilarang keras untuk menebang bahkan memangkas pohon sekalipun. Chevron pun melakukan penjagaan khusus untuk melindungi flora dan fauna yang masih sangat beragam di hutan tesebut. Teknologi pun berkembang pesat, di dumai field terdapat pompa angguk yang digunakan chevron untuk mengambil minyak bumi yang tak dapat dijangkkau lagi oleh pompa biasa. Dengan 9 sumur yang ada mampu menghasilkan 370.400 barrel per hari pada prduksi tahun 2010. Penggunaan pompa angguk tersebut adalah dengan menginjeksikan uap panas ke dalam bumi. Lebi dari 900 ribu barrel uap yang diinjeksikan setiap harinya, sehingga minyak tersebut naik dan mengalir ke pipa saluran minyak yang terdapat di sekitar camp selain itu terdapat di tepi-tepi jalan. Minyak mentah tersebut kemudian di kembalikan lagi ke pemerintahan, karena bukan tanggung jawab chevron lagi untuk mengolahnya. Chevron, perusahaan energi yang beroperasi di 180 negara dengan 53.000 karyawan merupakan terbesar ke dua di Amerika dan ke tiga di dunia setelah Exxon dan Shell. Di indnesia PT. CPI bekerja sama dengan bpmigas dari pemerintah dengan kontribusi berubah sejalan dengan naik maupun turunnya harga minyak secara dollar. Pada produksi tahun 2008 chevron mendapat kontribusi 7,8 % dengan harga $ 72.98 per barrel, sedangkan 6,7 % pada produksi tahun 2009 dengan harga minyak yang menurun $ 64.01 per barrel. Kontribusi tersebut dapat. Produksi terbesar di indonesia terdapat di Dumai dengan 8 menara bor dan 7 menara perawatan sumur yang mampu menampung 6 juta barrel di tangki penyimpanan. Terdapat 4.200 km jalan, 2.200 km jaringan transmisi dan distribusi listrik di sana dengan kapasitas 588 MW. Sekitar 500 sumur bor dihasilkan per tahun produksi. Chevron juga mempunyai program pengembangan masyaraka dalam mendukung pemerintah dalam mempercepat kemandirian dan peningkatan kesejahteraan mayarakat sekitar. Salah satunya di bidang pendidikan, antara lainnya chevron memberikan beasiswa, mengadakan sarana pembangunan dan renovasi sekolah. Gedung SMAN 1 Pekanbaru yang didirikan 8 okotber 1957 merupakan usaha chevron dalam memajukan pendidikan di tanah Riau.
Diposting oleh jasmine di 21.31 0 komentar

