Sabtu, 11 Juni 2011
Diposting oleh jasmine di 20.57 0 komentar
“PAKARESI III” SMAN Pintar Kabupaten Kuansing Oleh, Lia Wulan Safitri-Gsj
Bila mendengar kata “PAKASERI (Pergelaran karya seni tari)”, maka akan terbayang suatu gerakan bervariasi membentuk suatu gerakan tubuh yang anggun dan mempesona. Hal demikian merupakan sebab mengapa pergelaran karya seni tari menjadi salah satu pergelaran karya seni yang sangat ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
Dalam seni tari, juga tencermin segala aspek kehidupan dan keberagaman suku, budaya, bangsa, adat-istiadat maupun kebiasaan-kebiasaan lain yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang diaplikasikan dalam bentuk tarian.
Sayangnya, cerminan yang ada dalam tarian tersebut, perlahan-lahan mulai pudar seiring dengan kemajuan zaman yang begitu pesat berkembang di dunia, membawa pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan suatu karya seni dalam lingkup kehidupan masyarakat Indonesia itu sendiri.
Kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang lebih suka dan lebih tertarik dengan suatu karya seni bangsa asing. Padahal karya seni bangsa asing, sama sekali tidak mencerminkan sikap, prilaku maupun keribadian masyarakat Indonesia yang terkenal sopan, anggun serta ramah.
Selain itu, rasa memiliki serta mau menjaga akan kebudayaan Indonesia perlahan-lahan juga berkurang. Terlebih lagi, kebiasaan itu telah menimbulkan rasa malu untuk mengakui akan kebudayaan tanah air tercinta sendiri.
Menyadari dampak buruk yang akan timbul akibat hal tersebut, sudah sejogyanyalah rasa memiliki serta mau menjaga dan melestarikan kebudayan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia ditanamkan dari sekarang. Dalam mewujudkannya, banyak sekali hal yang dapat dilakukan misalnya, menyelenggarakan suatu program pergelaran karya seni setiap tahunnya, dll. Seperti halnya yang dilakukan oleh SMAN Pintar Kab. Kuansing.
PAKASERI merupakan suatu pergelaran rutin setiap tahun SMAN Pintar. Selain PAKASERI, PAKASERU, serta program pembuatan film juga merupakan suatu program rutin seni setiap tahun. Dari berdirinya SMAN Pintar, 2007 lalu, program ini telah dilaksanakan dan dicanangkan di SMAN Pintar Kab. Kuansing.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Guru Seni SMAN Pintar, Ronaldo Rozalino, S.Sn yang mengatakan,”PAKASERI, PAKASERU, maupun program pembuatan film merupakan suatu kegiatan rutin setiap tahun SMAN Pintar Untuk kelas XI IPA”.
Tahun ini, Sabtu, 11 Juni 2011 kemaren, telah berhasil dilaksanakan PAKASERI setelah sebelumnya, PAKASERU maupun pembuatn film telah dilaksanakan. Sabtu yang begitu melelahkan karena bertepatan dengan jadwal ujian semester genap SMAN Pintar periode 2010/2011.
Apalagi jadwal hari itu adalah PKN dan MATEMATIKA, mata pelajaran yang hampir membuat otak siswa-siswi SMAN Pintar sedikit error. Maklum, soal-soal yang dikerjakan adalah soal dengan tingkat kesulitan hampir menuju C-4. Beruntunglah, PAKASERI dapat mencairkan suasana hati siswa-siswi SMAN Pintar dan sedikit melupakan kegundahan hati karena pelaksanaan ujian tersebut.
“Setidaknya dengan pelaksanaan PAKASERI hari ini dapat menghibur hati siswa-siswi SMAN Pintar yang habis melaksanakan ujian PKN dan MATEMATIKA”, ucap Tria Marta Gusnisa saat merias diri di asrama.
Pelaksanaan PAKASERI ini, ditampilkan dengan nuansa yang berbeda dari pelaksanaan PAKASERI tahun-tahun sebelumnya. Dalam PAKASERI tahun ini, para siswa-siswi XI IPA menampilkan suatu pergelaran karya seni dengan konsep yang dirancang sendiri dari kelompok masing-masing. Kelompok terdiri dari enam kelompok dengan masing-masing kelompok menarikan suatu tarian yang berbeda satu dengan yang lain. Karena PAKASERI kali ini merupakan pergelaran yang ke-3 kalinya, maka XI IPA SMAN Pintar tahun ini menyebutnya dengan “PAKASERI III”.
Bukan hanya itu, PAKASERI kali ini juga di desain lebih variatif dengan motif pakaian serta gaya make-up sesuai dengan penari aslinya. “Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa karena pergelaran yang hanya sebagai ujian praktek seni kali ini, ternyata ditampilkan tak lebihnya suatu parade tari meski dalam lingkup kecil”, ucap Ronaldo Rozalino, S.Sn saat pergelaran berlangsung dengan bangga.
Dalam PAKASERI III kemaren, terdapat enam buah tarian yang ditarikan oleh kelas XI IPA SMAN Pintar. Tari tersebut seperti, Tari Bujang Gadi, Tari Saputangan, Tari Panen, Tari Selendang, Tari Jambar dan Tari Indang. Semua tari tersebut ditampilkan dengan variasi gerakan sendiri, artinya gerakan tari yang ditarikan tidak sama dengan gerakan tari aslinya. Sehingga tarian terlihat lebih variatif serta lebih menakjubkan.
Masing-masing kelompok maju untuk menampilkan karya seni tarinya sesuai undian yang telah dicabut beberapa hari sebelum PAKASERI ini dilaksanakan. Sebelum masing-masing kelompok tampil, maka pembawa acara akan membacakan masing-masing sinopsis dari tarian yang akan ditarikan tersebut. Semua tarian yang ditampilkan menggambarkan sinopsis tentang keberagaman kebudayaan, adat-istiadat, dll masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia itu sendiri.
Seperti Tari Bujang Gadi yang menggambarkan sebuah gerak tarian seseorang laki-laki yang berperan sebagai wanita. Gerakan lincah yang dihasilkan serta kombinasi gerakan yang disesuaikan oleh kelompok Tari Bujang Gadi berhasil menghasilkan sebuah tarian Bujang Gadi pengganti Randai Kuansing.
Dari ke-6 tarian yang ditampilkan, Tari Bujang Gadi mendapat juara I, Tari Saputangan juara II, Tari Panen juara III, Tari Selendang juara IV, Tari Jambar juara V, serta Tari Indang mendapat juara VI. Masing-masing kelompok yang mendapat juara I-III ini mendapat keistimewaan dari Guru Seni, Ronaldo Rozalino, S.Sn untuk makan serta minum apa saja sampai kenyang di kantin. Sedangkan untuk juara IV-VI mendapat keistimewaan minum di kantin sampai kenyang tapi tidak untuk makannya.
Semua itu adalah ungkapan rasa terima kasih guru bidang study atas terselenggaranya PAKASERI III dengan sukses dan menakjubkan. Apalagi acara makan dan minum gratis tersebut berlaku hingga hari Minggu sore, 12 Juni 2011. Salam manis siswa-siswi SMAN Pintar ok.
Diposting oleh jasmine di 20.55 0 komentar
Minggu, 13 Maret 2011
SELAMATKAN KAMI DARI KEKATROKAN
Saatnya SMAN Pintar bangkit dan membangun semangat baru .
SMAN Pintar membutuhkan sarana informasi untuk mendukung majunya sekolah tercinta .
Ayo dukung XPRESI maupun GREENT STUDENT RIAU POS , serta program-program publikasi lainnya di sekolah kita . Pastikan sekolah kita dapat diketahui banyak orang . Kami siswa/siswi SMAN Pintar siap mempublikasikan sekolah kami tercinta .
Terima Kasih
Diposting oleh jasmine di 01.13 0 komentar
Jumat, 04 Maret 2011
DENDAM TERHAPUS ALUNAN SYAHDU ALQUR`AN
Disebuah desa hiduplah seorang pemuda tampan berhati iblis bernama Indra dengan kedua orang tuanya . Kenakalannya serta kekejaman semasa kecil hingga dewasa membuat orang tuanya jatuh miskin dan sangat menderita serta menanggung malu karena perbuatannya . Hingga pada suatu hari Indra diusir dari kampungnya karena melakukan perbuatan yang dianggap tidak dapat di toleransi lagi .
Warga desa : “ Indra keluar kamu , cepat keluar sebelum kami semua menyeret kamu keluar “ , ucap mereka dengan kuat dan berteriak .
Indra : “ Mau apa kalian semua memanggilku “ , ucapnya lantang .
Kepala desa : “ Masih banyak Tanya lagi . Gara-gara perbuatan kamu anak dan cucu saya yang masih dalam kandungan mati bunuh diri . Kamu harus membayarnya , hutang nyawa dibayar nyawa ngerti kamu “ , ucapnya sambil memukul Indra disertai warga desa yang lain .
Ibu Indra : “ Hentikan… Saya mohon jangan bunuh anak saya , bagaimanapun Indra adalah anak saya . Ini permohonan seorang ibu yang telah melahirkannya , saya mohon …. “ , ucapnya memelas dan sujud di hadapan semuanya .
Kepala desa : “ Baiklah kalau begitu tapi Indra harus pergi dari desa ini karena kalau dia masih disini saya akan teringat anak dan cucu saya yang mati mengenaskan . Satu lagi kalau dia mati mayatnya tidak boleh di kuburkan di desa ini karena kita semua tidak sudi menerimanya lagi bahkan mayatnya sekalipun “ , ucapnya dengan warga desa lainnya .
Indra : “ Baik saya akan pergi dari desa ini tapi lihat saja nanti pembalasanku dan kalian semua akan bertekuk lutut dihadapanku “ , ucapnya sombong dan segera pergi meninggalkan desa .
Ibu Indra : “ Tidak… Jangan pergi anakku ( berusaha menghalangi ) .
Indra : “ Jangan halangi aku nenek tua pergi sana ( ucapnya kasar dan mendorong Ibunya sendiri ) .
Ayah Indra : “ Sudahlah Bu biarkan anak durhaka itu pergi lagian selama ini dia hanya membuat hidup kita susah ( sambil memapah istrinya ) .
Di perjalanan Indra bertemu seorang kakek yang sangat sakti dan Ia ingin sekali menjadi muridnya namun kakek tersebut tidak ingin memiliki murid . Keinginan yang kuat untuk membalaskan dendamnya selama ini menjadikan dia tidak pantang mundur menyakinkan kakek tersebut .
Indra : “ Permisi kek , saya tahu kakek adalah seorang kakek yang sangat sakti . Izinkanlah saya menjadi murid kakek “ , ucapnya sedikit kasar .
Kakek : “ Ma`af nak kakek tidak bisa mengangkat kamu sebagai murid kakek . Sekarang pergilah jangan ikuti kakek terus “ , ucapnya cepat dan seger apergi bagaikan angin yang begitu cepat sehingga dalam sekejap saja dia sudah lenyap di pandangan mata .
Indra : “ Kurang ajar kakek itu , sudah tua belagu lagi . Aku Indra Kusuma Jaya tidak akan menyerah dimanapun kau berada wahai kakek tua akan aku cari yang penting aku bisa memiliki ilmu dan membalas rasa sakit hatiku kepada semua warga desa Cibungarum “ , ( segera pergi ) .
Setelah lama berjalan akhirnya Indra berhasil menemukan tempat tinggal Si kakek tersebut yang ternyata memiliki seorang cucu yang sangat cantik jelita .
Indra : “ Kakek… Aku akan tetap menunggu disini sampai kekek mau mengangkat aku sebagai murid “ , ucapnya lantang .
Cantika : “ Kakek , gimana ini Cantika takut kalau pemuda itu malah mati di depan rumah kita . Apa kata warga desa yang lain kek kalau melihat itu semua apalagi dia sudah dua hari dua malam tidak makan dan minum dah gitu hujan akhir-akhir ini selalu saja turun , kasihan kan kek “ , ucapnya memelas .
Tak lama kemudian
Cantika : “ Syukurlah kalau kamu sudah sadar . Makanya kalau di beri makan dan minum tuch jangan sok-sok menolak dech jadinya kan begini , pingsan di depan rumah orang untung saja tidak mati . Merepotkan sekali “ , ucapnya kesal .
Indra : “ Ya sudah kalau begitu saya pergi saja “ , (berusaha bangun ) .
Kakek : “ Mau kemana anak muda , kalau kamu pergi siapa yang akan jadi murid saya “ , ucapnya tersenyum .
Indra : “ Jadi… Makasih ya kek “ , ( melirik kearah Cantika ) .
Bertahun-tahun Indra berlatih namun Si kakek tidak pernah memberi kesaktiannya meskipun Indra telah berkali-kali memintanya .
Kakek : “ Indra , Kakek titip Cantika tolong jaga dia karena kakek harus pergi ke pulau Jawa untuk menemui sahabat kakek. Jangan macam-macam atau Kakek akn datang dan membunuhmu , ingat itu “ , ucapnya tegas .
Indra : “ Ini kesempatanku untuk meminta kesaktiannya ( ucapnya dalam hati ) . Baiklah Kek , tapi gimana saya bisa menjaga Cantika dengan baik kalau saya tidak memiliki kesaktian yang bisa menyempurnakan latihan saya selama ini “ , ucapnya menyakinkan .
Kakek : “ Balikkan badanmu “ , ucapnya cepat dan segera memberi semua kesaktian yang di milikinya . Sekarang kamu sudah sakti tapi ingat jangan sekali-kali gunakan kesaktianmu itu untuk kejahatan , ngerti kamu .
Indra : “ Apanya yang sudah Kek , barusan itu Kakek mendorong saya “ , ucapnya marah karena merasa di lecehkan.
Kakek : “ Jaga ucapanmu Indra . Ya sudah sekarang Kakek pamit dulu hati-hati kalian di rumah “ , ( pergi meninggalkan mereka berdua ) .
Karena kesal mengingat kejadian tadi Indra memukul batu dengan tangannya dan dengan seketika batu tersebut hancur .
Indra : “ Wah , gila batu saja bisa hancur dengan tanganku apalagi manusia yang aku pukul . Akhirnya aku memiliki kesaktian juga , lihat saja sebentar lagi aku akan membalas dendamku selama ini “ , ucapnya senang .
Cantika : “ Dari mana saja kamu Indra dan kenapa kamu menatapku seperti itu “ , ucapnya heran bercampur takut .
Indra : “ Kenapa kamu takut bukankah Aku memang selalu menatapmu seperti ini apalagi hari ini kamu begitu terlihat cantik dan mempesona ( ucapnya sambil memaksa Cantika pergi ke kamar ) .
Cantika : “ Istigfar Indra kita belum menikah “ , ( berusaha melepaskan pegangan Indra ) .
Indra : “ Tapi Aku mencintaimu dan kamu juga memcintaiku jadi kenapa harus nikah untuk melakukan ini , sudahlah kita nikmati saja cinta kita malam ini “ , ( ucapnya sambil terus memaksa ) .
Namun tiba-tiba Kakek datang .
Kakek : “ Kurang ajar kamu Indra “ , ( menghajar Indra hingga akhirnya mereka berkelahi dan membuat Kakek terbunuh dengan sangat mengenaskan ) .
Cantika : “ Kakek … , bangun Kek jangan tinggalkan Cantika . Kamu jahat Indra kenapa kamu bunuh Kakek kenapa… “ , ucapnya marah dengan linangan airmata .
Indra : “ Biarkan saja dia mati . Gara-gara dia kita tidak jadi bersenang-senang “ , ( pergi meninggalkan Cantika ) .
Tidak berapa lama setelah kepergian Indra datanglah seorang lelaki ke rumah Si kakek .
Cantika : “ Kamu siapa dan mau apa datang kesini “ , ucapnya takut .
Lelaki : “ Aku kepala desa Cibungarum . Aku kesini mau membunuhmu sebagai balasan atas perbuatan Indra yang telah menghamili anakku hingga dia mati bunuh diri padahal dia sedang mengandung anaknya . Supaya Indra bisa merasakan gimana sakitnya kehilangan orang yang sangat di cintanya “ , ucapnya lantang dan marah .
Cantika : “ Lakukan saja karena hidupku sudah tidak berarti lagi , ayo bunuh Aku “ , ( berusaha menyakinkan ) .
Akhirnya Cantika mati terbunuh . Melihat semua itu Indra marah besar dan segera pergi menuju desa Cibungarum .
Indra : “ Cantika bangun sayang jangan tinggalkan Aku , Aku tidak bisa hidup tanpamu . Siapa yang melakukan semua ini “ , ucapnya marah dan berteriak . Kurang ajar kau kepala desa keparat akan Aku cari di manapun kau berada , sampai ke ujung duniapun akan Aku cari dan kau harus merasakan semua ini ( membaca selembar kertas dari kepala desa Cibungarum yang terletak di samping mayat Cantika ) .
Sesampainya di desa Cibungarum Indra langsung mengamuk dan membunuh semua warga desa Cibungarum .
Indra : “ Kurang ajar di mana kepala desa keparat itu “ , ucapnya marah .
Tiba-tiba .
Ibu Indra : “ Indra … Hentikan nak jangan bunuh manusia tak berdosa itu nak “ , ucapnya memelas .
Indra : “ Salah siapa mereka tidak mau menunjukkan di mana kepala desa keparat itu berada “ , ucapnya marah .
Ibu Indra : “ Tapi nak mereka semua benar , mereka memang tidak tahu di mana Bpk . Marwan berada “ , ucapnya menyakinkan .
Indra : “ Ibu diam atau Ibu mau nasibnya sama seprti mereka semua “ , ucapnya marah sambil mengepal tangannya hendak memukul ibunya .
Ayah Indra : “ Hentikan … , dasar anak durhaka ibu sendiri mau kamu bunuh “ , ucapnya murka .
Indra : “ Semuanya diam… , suara apa itu kenapa jantung saya berdebar begitu cepat , sungguh selama saya hidup tidak pernah saya mendengar alunan syahdu seperti itu “ , ucapnya dalam hati .
Ibu Indra : “ Kamu kenapa nak , kamu menangis sayang ya Allah tlah terima kasih karena engkau telah menyentuh hati anakku lewat alunan syahdu itu “ , ucapnya terharu .
Indra : “ Ayah , Ibu ma`afkan Indra , selama ini Indra selalu membuat Ayah dan Ibu menderita bahkan Indra … ( tak tahan menahan airmata dan perasaannya ) .
Ibu Indra : “ Sudahlah nak Ibu dan Ayah sudah memaafkan semua kesalahanmu , Ibu sayaaang banget ma kamu nak . Bersyukurlah kepada yang kuasa karena telah menyadarkanmu melalui alunan syahdu Alqur`an yang di alunkan Najuwa , kamu masih ingat kan sama Najuwa “ , ucapnya ternyum sambil melirik Najuwa yang baru saja keluar dari masjid .
Najuwa : “ Apa kabar Indra , aku harap kamu tidak lupa dengan aku , “ ucapnya sambil tersenyum manis .
Indra : “ Tentu saja aku tidak lupa dengan teman kecilku yang cantik “ , ucapnya tak percaya .
Akhirnya Indra berubah menjadi seorang pemuda yang sangat baik hati dan budi pekertinya . Beberapa hari kemudian Bpk . Marwan datang dan menantang Indra .
Kepala desa : “ Indra … keluar kamu “ , ucapnya berteriak .
Indra : “ Bapak , Alhamdulillah bapak akhirnya pulang juga “ , ucapnya sambil bersujud .
Kepala desa : “ Apa-apaan ini , kamu mau ngeledek saya “ , ucapnya marah sambil mengambil pedang di pinggangnya .
Ibu Indra : “ Hentikan , saya mohon ma`afkanlah semua kesalahan anak saya dan kita mulai dari awal lagi dengan hati yang bersih “ , ucapnya sambil terus memohon .
Kepala desa : “ Astagfirulal , ya Allah apa yang telah saya lakukan . Berdirilah Indra “ , ( mengangkat Indra untuk berdiri ) .
Diposting oleh jasmine di 02.04 0 komentar
PERISTIWA MALAM
Hening malam membuatku terdiam
Tanpa kata……….. tanpa suara
Pikiranku melayang terbang
Namun hatiku……???
Terasa sangat menyakitkan .
Kuberanjak untuk bercermin
Ach…. Ini siapa…..???
Muka penuh derita
Lesu tak berdaya
Semua penuh kebohongan
Semuanya penuh kedustaan
Aku benci…..!!!
Hatiku pilu …..terasa perih
Mengapa…..???
Mengapa semua terjadi padaku
Prankk….???
Tangan bersimbah darah.
Tidak….tidak….!!!
Bukan begini caranya
Ya Tuhan ampuni aku….???
Semua bukan mauku
Tak sedikitpun diri ini menginginkannya.
Aku bangkit….
Mensucikan tubuh dengan berwudu`
Kubersimpuh sujud padanya
Meluapkan keluh kesahku
Airmata mengalir tanpa henti.
Namun……
Bisikan syeitan terus menghantuiku
Aku bingung….???
Siapa aku…???
Jalan mana yang kan kupilih
Mungkin dengan jalan….
Ya…
Aaaaaaaaaaa…???
Tergeletak penuh darah.
Diposting oleh jasmine di 01.50 0 komentar
MATAHARI YANG TENGGELAM
Pemain :
1. Lia sebagai sahabat wawan
2. Wawan sebagai cowok yang mengemis cinta Amelia
3. Amelia sebagai gadis yang disuka Wawan
Dia adalah seorang lelaki yang tangguh .Tak pernah lelah dan selalu mengejar cinta sejatinya. Dia tak lain dan tak bukan adalah temanku sewaktu SMP. Kuingat bahwa dia pernah berkata bahwa dia sangat mencintai Amelia. Hampir tiga tahun dia mencari . Namun setelah dia bertemu ternyata Amel tak sendirian lagi dalam arti telah memiliki kekasih. Betapa hancur dan sakit perasaannya. Rasa sayang serta cinta yang selama ini ada masih tetap ada. Semua ini terbukti , meski Amel tidak bisa dia miliki tapi dia selalu berusaha menjaga dan melindunginya.
Terdengar suara begitu keras dari depan rumah. Secepat mungkin kuberanjak dari posisi releks menjadi posisi yang kalang-kabut. Dengan memakai pakaian yang ala kadarnya kupergi ke arah suara tadi .
"Wawan", panggilku dengan suara yang agak kencang. Kulihat dia yang begitu nafsu memukul-mukul dinding rumahku.
"Wow", kira-kira atuch kalau mukul dinding rumah orang !!! Bisa marah semua penghuni rumah ini," jawabku dengan sedikit emosi dan tanpa sadarmengeluarkan kata-kata "sunda". Spontan saja dia tertawa melihat ekspresi wajahku yang marah namun terlihat begitu lucu. Maklum ...marah atau gak marah memang terlihat lucu. He...he...
Melihat semua itu , spontan mempercepat langkahku untuk masuk ke dalam rumah . Namun dengan cepat dia menarik lenganku dan berkata "jangan marah donk , aku kan hanya bercanda. Ada yang mau aku ceritakan kepadamu."
"Mau cerita apa sich" , kali juga tentang Amel lagi , jawabku dengan santai.
"Itu tahu ", Jawabnya sambil menarik lenganku dan segera mencari tempat yang cocok untuk memulai pembicaraan . Tanpa terasa matahari sudah mulai tenggelam dan terlihat jelas pesona warna planet "Mars" yang begitu merona dan memikat hati. Akhirnya dia pun pulang dengan meninggalkan rasa penasaran yang besar dalam benakku.
“ Ngomong apa sich dia gak jelas gitu , dasar aneh…”???. Dari pada aku bingung mendingan masuk kamar aja lach ngantuk nich…he…he
Pagi hari yang begitu indah dengan suara burung yang mampu membuat aku bernyanyi dengan riangnya. Embun pagi yang terasa sejuk dikulit dan wajahku membuat aku begitu semangat .Tiba-tiba kuteringat dia . Hatiku terus bertanya-tanya mengapa dia bisa begitu mencintai Amelia. Tapi yang kutahu gelora asmara terus berkecamuk dalam dirinya begitu pula rasa ingin memiliki wanita tersebut. Badai , hujan dan halangan yang menghadang tak pernah dihiraukannya. Yang ada dalam benaknya adalah melihat wanita yang dicintainya bahagia meski sekarang tidak bersamanya. Harapan hanya tinggal harapan karena sekian lama dia menanti namun Amel tak berhasil dia miliki.
"Kriiiing", Handphoneku berdering dengan sangat kuat , membuyarkan lamunanku tentang dia. Kubuka SMS yang masuk dan ternyata dari dia.
"Cepat pergi kesekolah karena ada sesuatu yang mau kuceritakan kepadamu, penting, ucapnya.
"Paling juga tentang Amel, memang sudah gila anak itu", ujarku dengan sedikit malas.
Masih terbayang senyum manis dan pancaran pesonanya yang begitu mempesona . Menjadikan dia begitu istimewa dihatiku, begitu ucapnya saat curhat denganku.
Ternyata dia baru saja bertemu dengan Amel yang menurutnya Amel begitu terlihat cantik dan manis dengan senyumnya yang semanis madu. Aku kira mau cerita apaan, ternyata hanya itu. Dasar aneh, ucapku dalam hati.
“Ternyata begitu ya kalau orang jatuh cinta . Kelihatan seperti orang Gila ha…ha…,”.
Tapi sayangnya Amel tidak sadar bahwa selama ini ada seorang cowok yang selalu mengintainya. Hingga dia tak tahu bahwa tepat di ultahnya yang ke enam belas tahun cowok itu memberikan bunga kesukaannya yaitu bunga melati. Amel menyangka bahwa bunga itu pemberian dari kekasihnya. Tak lama setelah itu, hubungan Amel dengan kekasihnya berlalu. Membuka pintu harap yang lebar bagi temanku.
"Terima kasih ya Tuhan karena engkau telah mengabulkan doaku, akhirnya Amel putus juga dengan cowoknya," ucapnya dengan girang sambil menggoyang-goyangkan bahuku hingga kepalaku pusing dibuatnya.
"Sudah puas gilanya," Ucapku dengan nada yang sangat tinggi dan segera pergi meninggalkan dia yang masih terdiam terpaku melihat diriku sewot seperti itu.
“Tuh kan marah lagi, ya maaf , abisnya aku lagi senang kali nich “.
"Bisa gak sich buat gue gak sensi , sekaliii aja," keluarlah gaya bahasa keren dari mulutku.
"Jelek tahu kalau lagi marah, lagian emangnya mau apa kalau cepat tua". He...he... ucapnya sambil tertawa dan segera membawaku pergi ke kantin sekolah. Di tempat itulah dia banyak cerita . Mulai dari rencananya yang ingin mencoba mendekati Amel hingga yang lainnya. Pokoknya aku hanya dibuatnya pusing .
"Seperti biasa aku kurang setuju kalau kamu terlalu berambisi untuk memilikinya. Tapi, sebagai teman yang baik aku hanya mendukung dan berusaha membantu selama aku mampu ," kataku dengan lembut dan penuh keyakinan.
Ternyata tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Banyak sekali rintangan yang harus dilalui dia untuk mendapatkan cinta Amel. Terlebih lagi memang banyak sekali cowok yang menginginkannya juga serta mantannya pun terlihat belum rela melepaskannya . Sehingga ia masih berusaha keras agar Amel kembali kepangkuannya.
Tak jarang dia dalam memperjuangkan cintanya selalu menerima caci maki dan hinaan yang begitu menyakitkan atas sikapnya yang tidak masuk akal. Ibarat merindukan bulan yang tidak akan pernah didapatkannya.
"Ternyata apa yang kamu bilang memang benar Li, Aku memang tak boleh terlalu berambisi untuk memilikinya. Tapi sayangnya aku tak bisa Li, Aku sangat mencintainya," ucapnya dengan linangan airmata.
Aku menghapus airmatanya dengan kedua tanganku yang mungil sambil berkata " Aku juga tidak bisa menyalahkan kamu atas apa yang kamu rasa selama ini hingga membuat kamu terlihat gila, Wan."
“Aku memang gila ya…gila akan cinta. Tapi aku juga manusia yang ingin dicintai dan mencintai seseorang dan seseorang itu adalah Amel,“ Jawabnya dengan begitu yakin.
“Iya aku tahu tapi, ach sudahlah lebih baik kamu pulang saja , tenangkan pikiran baru besok kita cari solusinya, ok.” Jawabku dengan lembut . Akhirnya dia pulang walau sebenarnya dia tidak ingin pulang karena dia merasa kalau dia pulang yang ada pikirannya tidak akan tenang malahan makin kacau.
Hari-hari pun berhasil dia lewati meski hanya dijadikan sebagai angin lalu . Angin yang selama ini terasa begitu aneh untuk disiakan namun begitu sakit untuk dirasakan . Ya begitulah , dengan perasaan yang sangat tersiksa dia berusaha untuk melupakan Amel namun tetap tidak bisa . Akhirnya dia semakin menjadi-jadi . Tapi apa yang dia dapat hanya kekecewaan saja .
Melihat begitu susah dalam mendapatkan cinta yang diharapkannya. Diapun stres dan pergi ke Pekanbaru untuk menggeluti hobinya yang sangat membahayakan keselamatannya. Dia kembali menjadi seorang pembalap liar . Berkali-kali aku larang dia namun tak pernah dihiraukannya. Berkali-kali pula dia jatuh dan pulang pergi dari rumah sakit. Semua itu tidak membuatnya kapok bahkan semakin menjadi-jadi.
“Ya Tuhan ……..??? Mengapa begini nasibku . Mengapa tak kau izinkan aku untuk bersamanya , walau hanya sedetik saja asalkan aku bisa menatap matanya yang bercahaya serta menyentuh lembut wajahnya , bagiku sudah dari cukup”. Ucapnya dengan menghiba pada saat berada di salah satu rumah sakit yang ada di Pekanbaru. Melihat peristiwa itu , sungguh aku tidak bisa menahan airmataku . Namun secapat mungkin aku keluar sehingga dia tidak tahu bahwa aku datang menjenguknya.
Tidak berapa lama kemudian akhirnya dia sembuh namun semenjak kejadian itu dia tak pernah datang ke sekolah. Aku sungguh sedih melihat keadaan ini namun aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku juga kehilangan kontak dengannya pada saat itu. Tapi yang aku tahu tepat pada waktu dia mengikuti balapan nasional di Pekanbaru . Hatiku sungguh sangat kawatir dan cemas akan keselamatannya. Namun mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak , akhirnya dia jatuh hingga Honda yang digunakannya hancur berkeping-keping . Hondanya saja hancur apalagi orangnya. Tapi, Allah S.W.T maha adil dan bijaksana , dia masih diberi kesempatan untuk hidup walau sebenarnya dia tak menginginkannya. Dia lebih baik mati daripada tidak bisa menggapai wanita impiannya.
“Mengapa tidak kau ambil saja nyawaku, mengapa masih kau beri aku hidup sedangkan impianku tak pernah kau kabulkan ,” ucapnya dengan penuh amarah sambil menahan sakit .
Tak lama kemudian “uhuk..uhuk” Tangannya penuh dengan darah Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi berbagai penyakit telah banyak dideritanya . Namun, dia tetap menggeluti hobinya yang sangat berbahaya tersebut. Teringat aku akan satu penyakit yang hampir merenggut jiwanya. Ya, penyakit leukemia inilah yang hampir merenggut jiwanya. Hingga mengharuskan dia pergi berobat ke Malaysia dan Singapore . Untung saja uang hasil balapan sangat banyak sehingga dia tak perlu memikirkan hal itu. Selama sebulan dia harus menjalaninya . Sekolah tak pernah dihiraukannya , ortunya pun tak pernah peduli dengan dia. Sehingga tidak mengetahui apa saja yang telah menimpa anaknya.
Hari-hari yang dilaluinya terasa hampa bagai malam tak berbintang . Dia menganggap semua orang yang ada di dunia ini munafik dan tak dapat dipercaya. Bahkan dia pernah berkata bahwa yang membuat dia mau bertahan dan berjuang untuk hidup ini karena Amel . Sungguh aku tak menyangka kalau rasa cinta serta sayangnya begitu besar terhadap wanita tersebut.
Namun sang waktu akhirnya menjawab semua peristiwa pahit yang terjadi selama ini . Dia akhirnya bisa memiliki Amel tapi sayang hanya sebentar karena Amel lebih percaya dengan orang lain daripada dengan dia. Peristiwa ini membuat dia stess dan menghilang bagai ditelan bumi. Dan tepat di hari valentine , akhirnya dia menampakkan batang hidungnya karena ingin memberikan sesuatu untuk Amel.
Sesampainya di rumah Amel dia dan aku bingung karena melihat begitu banyak orang di sana dengan mayoritas memakai pakaian hitam. Terdengar jelas detak jantungnya berdetak sangat cepat pada saat itu . Tanpa pikir panjang aku segera pergi untuk menanyakan apa yang telah terjadi dan secepat mungkin kembali menemui , Wawan.
“Ada apa sich Li , kenapa mukamu pucat ayo cepat cerita jangan diam saja donk,” ucapnya sambil menggoyangkan bahuku dengan sangat kuat.
“Aku yakin kamu laki-laki yang kuat , sebentar lagi Amel akan di makamkan.” Jawabku singkat sambil menundukkan kepala.
“Apa, Ameeeeeel…,” teriaknya dengan lemah dan terkulai tidak sadarkan diri.
Cinta memang tak harus memiliki . Asalkan yang kita cinta dan sayangi bahagia dengan yang lain biarkan saja. Meski cinta kita tak pernah sampai yakinlah suatu saat akan sampai. Membawa kebahagiaan yang sesungguhnya.
Diposting oleh jasmine di 01.44 0 komentar
Jumat, 11 Februari 2011
PENGORBANAN
Mentari pagi mulai menjelang , terlihatlah pesona indah akan kekuasaan yang maha kuasa. Hangatnyapun lama-kelamaan semakin terasa dan matahari berangsur-angsur menampakkan batang hidungnya. Terdapatlah sebuah pesantren Al-Maidah namanya yang sederhana dengan segala keindahannya namun tak senyaman dari yang disangka. “ Ha…ha… “. Terdengar tawa kecil Dewi yang tengah menghayati buku bacaannya. Melihat semua itu Ustadzah Tina marah dan segera mengambil buku yang dibaca Dewi dan membawa Dewi ke ruang BK. Ternyata diruangan tersebut telah banyak siswi pesantren yang tertangkap membaca buku selain buku yang diwajibkan oleh pesantren. Sehingga membuat Ustads Jefri marah besar.
“ Maaza . Mengapa antum masih tetap membaca kitaabun tak berguna ini . Antum tahu kitabun ini tidak akan membuat antum menjadi anak yang sholeh dan berpendidikan , mengerti antum semua” ucap ustads marah. Kemarahannya semakin memuncak tatkala beliau tahu bahwa buku-buku itu merupakan buku Ustadzah Nisa , mantan guru pesantren Al-Maidah yang dikeluarkan karena kasus tersebut. Semakin hari pesantren terasa bagai neraka dimata Dewi dan teman-temannya semua , sehingga membuat mereka kabur dari pesantren. Tak lama kemudian pengurus pesantren menelepon Ustadzah Nisa karena mereka menganggap bahwa Ustadzahlah yang telah menculik Dewi dan teman-temannya .
“ Kring…[suara handphone Nisa berbunyi ]. Hallo Assalamu`alaikum ini siapa…??? “ ucap Ustadzah pelan . Ini Juki pengurus pesantren Al-Maidah . Al an bilang ma nahnu semua dimana anti menyembunyikan Dewi dan teman-temannya karena hunna kabur dari pesantren dan nahnu tahu pasti ini semua karena ulahmu. Mendengar itu semua Ustadzah langsung menutup telephone dan segera pergi menuju suatu tempat yang ternyata ditempat itulah Nisa bisa menemukan Dewi dan teman-temannya. “ Dewi….” Panggilnya kuat . Antum semua memang sudah keterlaluan , mengapa antum sampai kabur seperti ini hanya untuk mengikuti lomba kataba karya sastra “. Ucap Ustadzah marah dan segera membawa mereka ke suatu tempat untuk membicarakan hal tersebut. “ Antum tahu kan tindakan antum ini tidak benar , antum itu sudah menyusahkan banyak orang terutama Ustadzah , ngerti kalian [ semakin tak terkendali]. Terus kami harus melakukan apa, harus diam melihat semua kitaabun Ustadzah habis dibakar sama hunna semua , harus menuruti semua peraturan pesantren yang gila itu . Ustadzah , nahnu butuh pengetahuan yang luas tapi mengapa nahnu dilarang untuk membaca buku selain dari buku pesantren . Padahal buku itu kan buku novel tapi buku pendidikan yang banyak sekali manfaatnya untuk kita kan “ . ucap Dewi menyakinkan . “ Iya Ustadzah ngerti tapi kenapa harus kabur seperti ini . Menulis itu tidak harus ditempat yang menyenangkan tapi lihatlah penulis handal lainnya mereka ada yang menulis buku dipenjara dan pesantren lebih baik daripada penjara , ngerti kalian .
Akhirnya Dewi dan teman-temannya menyadari kesalahannya dan segera kembali ke pesantren.
Hari-haripun dilewati Ustadzah Nisa dengan menulis sebuah buku berjudul “Tajuk Derita” dan mengajar di pesantren Amaliyah. Belum selesai menulis buku tersebut derita datang mengampirinya , dia di penjara karena dituduh telah menculik Dewi dan teman-temannya padahal Dewi telah menjelaskan tapi tidak didengarkan .
Akhirnya Ustadzah menulis di penjara . “ Ya Allah kalau ini adalah ujianmu akan hamba terima dengan ikhlas , berikanlah hambamu ini kesabaran agar mudah melewatinya “. Ucapnya dengan berlinangan airmata saat di penjara. Tak lama kemudian Dewi dan temannya datang dan segera memeluk Nisa tak dapat menahan tangisnya. “ Ini semua gak adil Ustadzah , kenapa Ustadzah harus di pisahkan dari kami dan menanggung derita ini. Kami semua sudah muak , Dewi janji akan mengeluarkan Ustadzah dari neraka ini , Dewi janji…” . ucapnya terisak-isak. Dengan lembut dan tegar Nisa mencoba menguatkan mereka dan menyakinkan bahwa dia baik-baik saja dan akan selalu begitu.
Namun kenyataannya tidak karena akhirnya Ustadzah meninggal di penjara karena sakit sebelum menyelesaikan karangannya namun sebelum dia meninggal dia telah menitipkan sebuah surat untuk Dewi agar menyelesaikan karangannya. Dengan perasaan hancur beserta haru Dewi menerima amanat tersebut. “ Ustadzaaaah…, kenapa Ustadzah harus pergi untuk selamanya dengan meninggalkan semua perih disini “. Ucapnya pilu. Tapi Dewi janji akan menyelesaikan tulisan ini demi Ustadzah hanya demi Ustadzah [ semakin larut dalam kesedihan].
Hari-haripun berlalu begitu cepat . Malam berganti siang dan siangpun segera menjelang malam namun semua itu tak dipedulikan oleh Dewi , dia asyik menulis karangan Ustadzah Nisa yang belum selesai . Banyak sekali rintangan yang dia hadapi dalam menulis karangan tersebut terlebih lagi banyak sekali orang-orang pesantren Al-Maidah yang menginginkan buku tersebut dan hampir saja buku tersebut mereka dapatkan untung saja Dewi berhasil merebutnya kembali dan segera menyelesaikannya. “ Terima kasih Ya Allah , akhirnya kitabun ini berhasil Dewi dapatkan “. Ucapnya setelah lari dari ruang kerja Ustads Jefri untuk mengambil buku tersebut . Namun malang nasibnya karena Ustads Jefri tahu akan hal itu dan segera memberitahu semua warga maupun semua penghuni pesantren bahwa Dewi adalah maling sehingga dengan cepat Dewi berlari untuk menyelamatkan diri sedangkan warga beserta yang lain segera mengejarnya.
“ Ya Allah apa yang harus Dewi lakukan . Ustadzah Nisa tolong Dewi “. Ucapnya kebingunggan sambil terus berlari. Sedangkan ustads Jefri terus saja berteriak maaaaling…maaaliing...Semua itu membuat Dewi semakin ketakutan . “ Cepat kejar anak sialan itu , beri dia pelajaran dan cepat ambil buku yang dibawanya , ceepaat…”. Ucapnya gusar . Disaat yang genting tersebut tepatlah Dewi berada di jalan tempat pemakaman Ustadzah Nisa dan saat dia hendak menyeberang tba…tiba…
“ Aaaaaaaaaaaaaa…,[ tergeletak tak berdaya dengan badan penuh darah ]. Sedangkan buku “ Tajuk Derita” terlempar tepat di samping makan Ustadzah.
TAMat
By : Lia Wulan Safitri
Diposting oleh jasmine di 20.34 0 komentar

